Jumat, 04 November 2016

Perjuangan Seorang Ayah
              
       Sekitar 46 tahun yang lalu pasangan Karso Marsinun dan Sarinem di karuniai seorang anak laki- laki yang kemudian di beri nama Marsiyo . Marsiyo kecil lahir pada tanggal 24 April 1970 di Kota Magelang tepatnya di Desa Mertoyudan . Ia merupakan anak dari 5 bersaudara . Ibunya adalah seorang pedagang ,sedangkan Ayahnya seorang pegawai kelurahan . Marsiyo terlahir dari sebuah keluarga sederhana .

       Marsiyo menempuh pendidikan dasarnya di sebuah sekolah bernama SDN Mertoyudan 2 pada tahun 1977 . Sewaktu SD ia sangat senang bermain layang layang dan memancing .Tak jarang ia lupa waktu hingga ia pulang agak petang . Tahun 1983 Ia berhasil menamatkan pendidikan dasarnya. Ia tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena suatu hal .
          Setamat SD Ia pun lebih memilih membantu ibunya berjualan gorengan dan makanan - makanan kecil.    Ketika berusia 17 tahun Ia ikut kakaknya ke Semarang , kemudian ia bekerja disebuah pabrik tekstil di Ungaran , Semarang .
          Pada saat berusia 21 tahun ia bertemu dengan seorang gadis yang juga dari Magelang bernama Muntikanah . Ia menjatuhkan hatinya pada gadis tersebut . Kemudian ia memutuskan untuk menikahinya ketika ia berusia 22 tahun .
          Pada tahun 1992 kedua pasangan tersebut dianugerahi anak laki laki yang pertama bernama Agus Riyadi . Setahun kemudian mereka dikaruniai lagi anak perempuan yang bernama Dwi Septiani . Mereka bekerja keras untuk menghidupi kedua anaknya . Pada tahun 1996 lahir putera ketiga bernama Febri Tri Yanto .
         Pada tahun 1997 Marsiyo dan keluarga memutuskan untuk kembali ke Magelang . Di Magelang Marsiyo bekerja di PT New Armada selama 4 tahun .Pada tahun 2003 Marsiyo keluar dari PT Armada kemudian ia pindah bekerja di Intan Cahya Muntilan . Pada tahun 2008 Ia keluar dari Intan Cahya kemudian ia bekerja sebagai buruh bangunan dan takmir masjid hingga sekarang . Kini ia dikaruniai 6 orang anak . 


Terima Kasih 
Semoga Bermanfaat☺☺☺☺

1 komentar:

  1. Terima kasih.Ke depan mohon teks sebelum diunggah dicermati, disunting sehingga tidak ada lagi kesalahan. Contoh di paragraf pertama, kata "di karuniai", "di beri", yang benar penulisannya mestinya --> dikaruniai, diberi (dirangkai). Selain itu, di lihat dari struktur teks sejarah, teks yang Anda tulis belum ada bagian orientasinya.

    BalasHapus